Menentukan Pilihan S2
Aku sudah mulai mencari-cari informasi tentang S2 sejak tahun 2008, sekitar bulan November dan Desember. Pilihan yang terbentang di hadapanku cukup banyak: mau lanjut S2 ke luar negeri, di Fasilkom UI, di UI tapi bukan Fasilkom, atau di tempat lain di Indonesia.
Untuk pilihan melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri, aku merasa belum siap, setidaknya belum siap kalau langsung tahun ini. Untuk pilihan melanjutkan S2 di Fasilkom UI, hmm… aku memang merasa “masih cinta” pada Fasilkom UI, tapi sepertinya akan sangat membosankan kalau langsung melanjutkan S2 di Fasilkom UI tahun ini juga.
Jadi, setelah mempertimbangkan berbagai hal dan diskusi dengan keluarga, aku akhirnya memutuskan untuk memilih melanjutkan kuliah ke S2 Ilmu Linguistik UI. Rasa penasaran yang muncul terhadap linguistik ketika menyusun TA (skripsi) menjadi motivasi utamaku, walaupun sejak kecil sebenarnya aku juga menyukai hal-hal “berbau” bahasa, terutama bahasa Indonesia. Saat SPMB tahun 2005 dulu, aku bahkan memasukkan Sastra Indonesia UI sebagai pilihan ketigaku.
Mendaftar S2 Ilmu Linguistik UI
Untuk mendaftar S2 di UI, aku membuat account di penerimaan.ui.ac.id. Kalau tidak salah, aku membuat account tanggal 14 Januari 2009. Pendaftaran dibuka tanggal 19 Januari 2009 sampai dengan tanggal 19 Februari 2009.
Aku masih belum bisa membuat pendaftaran sampai dengan tanggal 6 Februari 2009, karena ijazah S1-ku belum keluar. Katanya sih, ijazah S1 baru keluar sekitar sebulan setelah wisuda, padahal aku ingin ikut pendaftaran S2 gelombang 1. Tanggal 7 Februari 2009, aku iseng login di situs SIAK NG. Saat melihat di bagian IDM, ternyata nomor ijazahku sudah ada di situ. Aku langsung kegirangan ^_^ berarti aku bisa mendaftar S2. Aku belum memiliki ijazah itu secara fisik, tapi nomor ijazahku yang tertulis di IDM SIAK NG itu tidak mungkin bohong kan. Jadi, aku langsung saja membuat pendaftaran di situs penerimaan.ui.ac.id.
Nomor ijazah kuisi sesuai dengan yang tertulis di IDM SIAK NG. Nama dekan dan nama rektor penandatangan ijazah kuisi sesuai dengan yang tertulis di Buku Alumni UI yang kuterima saat wisuda. Tanggal lulus kuisi sesuai dengan yang tertulis di Surat Keterangan Lulus. Begitulah, jadi, meski aku belum memiliki ijazah S1-ku secara fisik, tapi aku sudah bisa melakukan pendaftaran S2. Lagipula yang penting kan aku memang “benar-benar” sudah lulus S1, aku tidak “berpura-pura” sudah lulus S1.
Meski demikian, aku masih agak khawatir, karena ijazahku kan belum ada secara fisik di tanganku. Pada hari kerja pekan selanjutnya (aku lupa tepatnya hari apa), aku mendatangi sekretariat Fasilkom UI di Gedung B Lantai 2. Ijazah masih belum bisa diambil. Katanya, nanti kalau ijazah sudah bisa diambil akan diumumkan di SCELE. Kemudian orang sekretariat juga bilang kalau nomor ijazah yang ada di IDM SIAK NG itu benar. Aku kemudian merasa lumayan lega karena berarti aku kan bisa tetap “nekat” daftar S2, hehehe.
Tanggal 16 Februari 2009, sekitar jam 10-11, aku membayar biaya pendaftaran S2 sebesar lima ratus ribu rupiah (Rp. 500.000) ke BNI Cabang UI Depok. Uang yang kupakai untuk membayar biaya pendaftaran S2 berasal dari gaji terakhirku sebagai asdos (asisten dosen) mata kuliah Sistem Cerdas di semester terakhir S1-ku dulu.
Setelah selesai membayar, aku mengecek ke situs penerimaan.ui.ac.id untuk memastikan sudah dianggap membayar. Setelah itu, aku mengunduh Formulir Pendaftaran dan Kartu Ujian, kemudian mencetaknya.
Ujian Masuk UI (Seleksi Tahap I)
Seleksi tahap I berupa ujian tertulis, dengan materi ujian TPA (Tes Potensi Akademik) dan Bahasa Inggris. Ujian dilaksanakan tanggal 1 Maret 2009 bersamaan dengan SIMAK UI. Aku mendapat tempat ujian di Fakultas Psikologi UI Depok R. D201 (Aula) lantai 3.
Untuk menghadapi ujian tersebut, aku agak mempersiapkan diri. Aku membeli beberapa buku TPA dan mulai membaca-baca lagi buku TOEFL, Grammar, dan semacamnya. Aku juga sempat membaca-baca sekilas buku-buku linguistik yang sudah aku punya sejak menyusun skripsi dulu. Memang tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa akan ada ujian kekhususan linguistik, tapi kan tidak ada salahnya berjaga-jaga. Hehe.
Sehari sebelum ujian, aku datang ke lokasi ujian untuk mengecek. Saat mengecek lokasi ujian itu, ada satu peserta juga yang sedang mengecek lokasi ujian, dan kalau tidak salah ruangannya sama denganku. Dia seorang ibu yang diantar suaminya dan anak-anaknya. Aku jadi tersadar kalau aku kan akan kuliah S2, dan tentu saja sangat wajar kalau teman-teman kuliahku di S2 nanti adalah ibu-ibu dan bapak-bapak. Hehe, aku hanya belum terbiasa saja.
Tanggal 1 Maret 2009, aku datang sangat pagi, naik ojek. Kebetulan saat itu aku masih tinggal di dekat Kampus UI Depok. Orang-orang yang menunggu di luar ruangan ujian tampaknya lebih tua semua dariku. Paling ada satu-dua perempuan yang kelihatan agak sebaya denganku.
Materi ujian TPA bisa aku kerjakan dengan cukup optimis. Seingatku soal ujian TPA dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama berupa antonim, sinonim, dan semacamnya. Bagian kedua berupa matematika dasar. Bagian ketiga berupa semacam soal-soal logika. Aku paling senang saat mengerjakan bagian ketiga. Hihihi, rasanya seru aja. ^_^
Setelah ujian TPA, peserta ujian diberi waktu istirahat sebentar. Aku ke toilet di lantai dasar gedung sebelah. Toiletnya toilet campuran (laki-laki dan perempuan tidak dipisah) dan antriannya cukup panjang. Saat aku kembali ke ruang ujian, ternyata sudah masuk. Memang masih banyak juga sih peserta ujian yang belum kembali ke ruang ujian, tapi tetap saja aku jadi agak sebal.
Soal ujian Bahasa Inggris (kalau tidak salah ingat) sebanyak 100 nomor. 60 nomor terakhir berhubungan dengan wacana (1 wacana untuk 10 nomor). Aku kurang optimis untuk ujian Bahasa Inggris tersebut karena aku merasa nyaris kehabisan waktu.
Usai ujian, aku sempatkan refreshing jalan-jalan ke Detos. Setelah makan di A&W, aku mampir ke toko buku yang ada di Detos. Kebetulan sedang ada acara bedah buku di situ. Aku cuma melihat-lihat saja sih, tidak ikut menyimak acara bedah buku tersebut.
Seleksi Tahap II
Hasil seleksi tahap 1 sudah bisa dilihat sejak tanggal 14 Maret 2009. Kebetulan pada tanggal 14 Maret 2009 itu ada acara CGT (Computer Get Together) di Fasilkom UI. Kalau tidak salah, pagi sebelum aku datang ke CGT, aku sempat mengecek ke situs penerimaan.ui.ac.id dan saat itu aku tidak melihat ada pengumuman hasil seleksi. Karena itu, kukira mungkin pengumuman seleksinya langsung jadi satu pada tanggal 4 April 2009.
Tanggal 18 Maret 2009, aku sedang asik-asiknya main game di rumah saat adikku tiba-tiba sms. Teman adikku yang ikut SIMAK UI numpang ngecek pengumuman di situs penerimaan.ui.ac.id dari laptop adikku. Saat itu, adikku tanpa sengaja melihat “Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I Program Pascasarjana (S2, S3 dan Profesi)”.
Setelah diberi tahu oleh adikku via sms, aku langsung mengecek sendiri situs penerimaan.ui.ac.id dari rumah. Ternyata aku lulus ujian masuk Universitas Indonesia (tahap I). Seperti yang tertera di Pengumuman Hasil Seleksi Tahap I Program Pascasarjana (S2, S3 dan Profesi), aku harus segera menyerahkan berkas-berkas pada tanggal 14 sampai dengan 19 Maret 2009 ke Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru UI, Gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu, Kampus UI, Depok.
Aku kaget dan agak panik saat itu. Pertama aku kaget bercampur senang karena berhasil lulus seleksi tahap 1. Selanjutnya, aku jadi agak panik karena di pengumuman itu tertulis batas akhir pengumpulan berkas tanggal 19 Maret 2009, besok! (saat itu tanggal 18 Maret 2009)
Berkas yang harus diserahkan untuk seleksi tahap II adalah
1. Lembar Pendaftaran Online yang telah ditandatangani
2. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi
3. Transkrip Akademik yang telah dilegalisasi
Berhubung ijazahku belum ada padaku secara fisik, aku jadi makin panik. Aku mengecek ke SCELE, masih tidak ada pemberitahuan bahwa ijazah sudah bisa diambil. Aku langsung bergegas ke Fasilkom UI, setengah nekat berharap semoga ijazah pas sudah bisa diambil. Dalam hati aku terus berdoa sekaligus menyusun berbagai rencana cadangan seandainya ternyata ijazah belum bisa diambil.
Saat tiba di sekretariat Fasilkom UI, para petugas sekretariat (yang semua/sebagian besar sudah mengenalku) langsung menyampaikan kabar bahagia yang kutunggu. Ijazahnya pas sudah bisa diambil. Malah kalau tidak salah dengar, ijazahnya baru mau mulai dicetak hari itu. Aku menunggu sebentar sampai ijazah diserahkan padaku. Aku disuruh tanda tangan ke salah satu bagian di ijazah itu. Saat akan tanda tangan, si petugas menyuruhku hati-hati karena fotonya mungkin masih belum melekat sempurna (fotonya baru ditempel saat itu juga).
Karena yang diminta untuk seleksi tahap II adalah legalisir fotokopi ijazah, aku mengajukan permohonan legalisir fotokopi ijazah ke petugas sekretariat. Setengah memohon dan mendesak, aku minta supaya hasil legalisir bisa diambil besok. Si ibu petugas yang sudah kenal aku itu bilang, “Kalau dekan sedang ada di tempat, legalisir sudah bisa diambil besok.” Jadi, aku pun meninggalkan sekretariat Fasilkom UI sambil berdoa supaya legalisirku sudah bisa diambil besok.
Keesokan harinya, aku menyiapkan berkas-berkas yang akan aku serahkan untuk seleksi tahap II. Sebelum ke Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru UI di Gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu, aku ke sekretariat Fasilkom UI terlebih dahulu untuk mengambil legalisir ijazah. Untungnya legalisir ijazah sudah bisa diambil.
Ketika mengambil legalisir ijazah di sekretariat Fasilkom UI, dosen Pembimbing Utama Kerja Praktik (PUKP)-ku kebetulan datang ke sekretariat. Beliau mengenaliku, dan bertanya, “Ngapain di sini? Sudah lulus kan?” Hehehe, aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya. Beliau kemudian membaca legalisir ijazahku yang sedang dirapikan oleh petugas sekretariat. “Suroboyo?” pak dosen itu tersenyum ke arahku saat menyebutkan nama kota kelahiranku. Aku lagi-lagi hanya tersenyum, sambil membatin, “Hihihi, kok pas kebetulan ketemu beliau ya.”
Ternyata kebetulan yang terjadi hari itu masih berlanjut. Setelah mengambil legalisir ijazah, aku duduk sejenak di bangku kayu di teras Gedung C Fasilkom UI untuk merapikan dan mengecek ulang berkas-berkas yang akan aku serahkan untuk seleksi tahap II. Ketika sudah hampir beranjak pergi, ada yang memanggilku dari arah kanan belakangku, “Ara.”
Aku menoleh dan melihat dosen pembimbing skripsiku berjalan ke arahku. Aku tersenyum membalas senyumnya. Beliau kemudian duduk di bangku yang ada di hadapanku. Kami berbincang-bincang sejenak. Setelah beliau pamit pergi, aku pun pergi berjalan kaki menuju Gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu yang berada di sebelah Gedung Rektorat UI.
Hihihi, sungguh rangkaian kebetulan yang luar biasa bagiku. Pada hari ketika aku akan menyerahkan berkas untuk seleksi tahap II penerimaan S2, aku bertemu dengan dosen PUKP dan dosen pembimbing skripsiku. Aku jadi merasa seperti “diantar” dan “direstui” oleh dua dosen penting di masa kuliah S1-ku itu untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Kebahagiaan yang kurasakan saat itu sungguh luar biasa.
Hasil Seleksi
Sejak tanggal 19 Maret 2009 sampai tanggal 3 April 2009, aku hanya bisa berdoa dan menunggu hasil seleksi penerimaan S2 yang akan diumumkan pada tanggal 4 April 2009.
Sambil menunggu, aku menyibukkan diri dengan berbagai macam hal, misalnya memuaskan hobi menulis, main game, dan juga mencoba kembali menggeluti “minat lama”ku. Di “masa penantian”ku itu, aku sempat menikmati “bermain-main” dengan Microsoft Visual Studio 2008 dan Microsoft Expression Blend 2. Salah satu hasil “mainan”ku adalah Calcupu versi 1.1. Hehehe.
Tanggal 4 April 2009, sekitar waktu subuh, aku mengecek situs penerimaan.ui.ac.id dari laptop di rumahku. Syukurlah, aku berhasil lulus seleksi dan diterima menjadi mahasiswa baru S2 Ilmu Linguistik UI.
Setelah dinyatakan lulus seleksi dan diterima, aku harus membayar biaya pendidikan dimulai pada tanggal 6 April 2009 sampai dengan 30 Juni 2009. Setelah itu, aku harus mendaftarkan diri di Balairung – Kampus UI Depok pada tanggal 3 – 4 Juli 2009.
Jadi, seperti itulah proses penerimaan S2 yang aku jalani. Diterima menjadi mahasiswa baru S2 adalah awal dari perjuangan baru buatku. Semoga prestasiku saat kuliah S2 bisa lebih baik dari prestasiku saat kuliah S1.
*Ara*
Kalau mau tanya, tulis komen di blog ini aja, atau tanya lewat chatting ym (kalau aku online, insya Allah aku jawab).
Kalau pakai hp, pulsanya mahal, jadi jawabnya kemungkinan besar gak bisa panjang-panjang. Hehehe…
By: aquaralpha on September 18, 2009
at 9:14 am
ara, boleh minta no hp mu? aku mo tanya informasi kuliah linguistik s2 ui. kayaknya seru nih yg kamu ceritakan
By: lina on September 14, 2009
at 4:59 am
hmmm… kurang tau tuh…
By: aquaralpha on July 16, 2009
at 3:54 am
Wah kebetulan gw nemu blog loe lewat google.. klo diterima di seleksi tahap 1 apa pasti kita diterima di seleksi tahap 2 dengan mengumpulkan semua berkas yg diminta? ada kemungkinan gak lulus di tahap 2?
By: Andreas on July 11, 2009
at 2:41 pm